100 Penyanyi Wanita Indonesia Paling Berpengaruh Sepanjang Masa Versi Indoline

100 Penyanyi Wanita Indonesia Paling Berpengaruh Sepanjang Masa Versi Indoline

  1. Titiek Puspa  TitiekPuspaGrageCirebon.jpgTitiek Puspa, yang mempunyai nama asli Sudarwati yang diubah menjadi Kadarwati dan terakhir diubah menjadi Sumarti adalah seorang musikus Indonesia. Rekaman piringan hitamnya yang pertama dengan label GEMBIRA, berisi lagu Di Sudut Bibirmu, Esok Malam Kau Kujelang, dan duet bersama Tuty Daulay dalam lagu Indada Siririton, iringan musik Empat Sekawan Sariman. Pada pertengahan 1960, Titiek Puspa sempat menjadi penyanyi tetap pada Orkes Studio Jakarta. Saat itu Titiek Puspa banyak mendapat bimbingan dari Iskandar (pencipta lagu dan pemimpin orkes) dan Zainal Ardi (suaminya sendiri seorang announcer Radio Republik Indonesia Jakarta). Sebagai penyanyi yang mulai menanjak popularitasnya, Titiek belum menciptakan banyak lagu dalam albumnya, lagu-lagunya banyak diciptakan misalnya oleh Iskandar, Mus Mualim, ada juga Wedasmara. Barulah pada album Si Hitam dan Pita (1963) yang berisi 12 lagu tiap albumnya semuanya adalah ciptaannya sendiri dan menjadi populer saat itu, selain itu juga album Doa Ibu berisi 12 lagu, 11 lagu adalah ciptaannya dengan 1 lagu ciptaan Mus Mualim. Dari album Si Hitam, lagu yang semakin memopulerkan namanya adalah Si Hitam, Tinggalkan, Aku dan Asmara. Bisa juga dikatakan bahwa bersama album Si Hitam, album Doa Ibu adalah album yang legendaris karena berisi lagu-lagu Minah Gadis Dusun, Pantang Mundur, yang semakin menancapkan Titiek Puspa sebagai penyanyi dan pencipta lagu Indonesia yang baik. Untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-70, Titiek menggelar konser bertajuk Karya Abadi Sang Legenda: 70 Tahun Titiek Puspa. Konser ini ditujukan sebagai perwujudan rasa terima kasih Titiek Puspa kepada semua yang terlibat dan pernah bekerja sama dengan Titiek Puspa terhadap negeri ini, khususnya terima kasih tak terhingga untuk penonton dan penggemar Titiek Puspa.  Titik Puspa pernah meraih juara Bintang Radio Jenis Hiburan tingkat Jawa Tengah (1954) dan BASF Award ke-10 untuk kategori “Pengabdian Panjang di Dunia Musik” (1994)
  2. Vina Pandu Winata Vina PanduwinataVina Dewi Sastaviyana Panduwinata adalah salah satu diva musik pop Indonesia. Lagunya yang terkenal adalah Burung Camar. Vina dibesarkan dalam keluarga pecinta musik. Bakat menyanyi Vina menurun dari sang ibu yang berdarah Ambon – Manado, Albertine Supit. Sejak kecil Vina seringkali berpindah-pindah negara mengikuti tugas ayahnya, R Panduwinata, sebagai diplomat. Masa sekolah dasar Vina habiskan di Bogor dan New Delhi, India. SMP dia habiskan di Bogor dan Wassenaar, Belanda. Saat memasuki sekolah menengah atas, Vina pindah ke Jerman Barat. Di sana, anak kedelapan dari 10 bersaudara ini sempat belajar selama empat tahun di Sekolah Musik Yamaha. Vina pun pernah membuat rekaman single di perusahaan rekaman RCA Hamburg, Jerman, yaitu Java dan Single Bar (1978) dan Sorry Sorry dan Touch Me(1979).Pada tahun 1981, wanita berdarah Sunda-Manado-Ambon ini kembali ke Indonesia dan bertemu dengan musisi Mogi Darusman yang tertarik dengan karakter vokal Vina dan mengenalkannya pada berbagai perusahaan rekaman. Akhirnya Jackson Records yang tertarik membuatkan album untuk Vina. Album perdananya di bawah Jackson Records bertajuk Citra Biru (1981). Album yang memuat lagu “Citra Biru” itu memperkenalkan nama Vina di belantika musik Tanah Air. Album kedua dirilis setahun kemudian bertajuk Citra Pesona (1982) melibatkan pencipta lagu seperti Dodo Zakaria, James F Sundah, plus penata musik Addie M.S. Album yang mulai melambungkan nama Vina itu berisi lagu antara lain “September Ceria”, “Dunia yang Kudamba”, “Resah”, dan “Kasmaran”. Album ketiga Citra Ceria (1984) pun berhasil merengkuh simpati dengan lagu “Di Dadaku Ada Kamu”, “Duniaku Tersenyum”, dan “Di antara Kita”. Lewat albumnya Burung Camar (1985), namanya semakin mencuat. Lagunya dengan judul yang sama dalam album tersebut menjadi icon dirinya, dengan sebutan ‘Vina si Burung Camar’.Di luar album, Vina berjaya di ajang festival. Tiga kali berturutan ia mendapat gelar penyanyi berpenampilan terbaik pada Festival Lagu Populer Nasional. Tahun 1983 ia menang lewat lagu “Salamku Untuknya” ciptaan Adji Soetama dan Irianti Erningpradja. Kemudian “Aku Melangkah Lagi” (Santoso Gondowidjojo, 1984), serta “Burung Camar” (Aryono Huboyo Djati dan Iwan Abdulrachman, 1985). Tahun 1987 Vina tetap prima lewat album Cium Pipiku yang memuat lagu populer seperti “Cium Pipiku”, “Surat Cinta”, “Biru”, dan “Logika”. Era 1990-an, Vina tetap populer lewat lagu seperti “Rasa Sayang Itu Ada” pada 1991. Tahun 1992 keluar single “Mutiara yang Hilang” yang pernah dipopulerkan Ernie Djohan pada akhir 1960-an. Vina juga berduet dengan Broery Pesulima lewat lagu “Bahasa Cinta”. Vina juga memopulerkan lagu ciptaan Loka M Prawiro, “Aku Makin Cinta”. Bahkan lagu tersebut menjadi jingle iklan sebuah merek sabun colek. Setelah malang melintang di dunia musik tanah air selama 25 tahun dan menelurkan belasan album, Vina menggelar Konser Tunggal bertajuk Viva Vina pada 18 Februari 2006. Dalam konser yang juga dihadiri pesohor seperti Guruh Soekarnoputra, maestro Idris Sardi, Titiek Puspa dan diva Malaysia, Sheila Majid, Vina membawakan 23 lagu selama 3 jam pergelaran. Dalam konser yang didukung oleh konduktor piawai, Addie M.S., hampir semua pencipta lagu-lagu Vina berkumpul. Di antaranya Oddie Agam, Randy Anwar, Aminoto Kosim, James F. Sundah, Deddy Dhukun, Adjie Soetama, dan Fariz RM.[1] Setelah sukses menggelar konser tunggal, Vina kembali mengeluarkan album The Best berisi lagu-lagu hit dari 1981-2006. Dalam album ini, Vina memilih lagu berjudul “Sejujurnya”, sebagai single albumnya.Perjalanan panjang bermusik Vina menjadi lengkap saat Anugerah Musik Indonesia (AMI) memberi penghargaan Lifetime Achievement 2006. Vina mendapatkan penghargaan tersebut atas dedikasi dan prestasinya sepanjang hidupnya yang diperuntukan bagi musik.Selain itu, saat ini Vina aktif sebagai juri di Indonesia’s Got Talent di Indosiar.
  3. KrisdayantiKrisdayanti, atau sering disingkat KD, Yanti atau Kris adalah seorang artis dan penyanyi Indonesia. Pada usia 9 tahun, ia mengisi lagu pengiring dalam film Megaloman. Tiga tahun kemudian, ia membuat album pertamanya, Burung-Burung Malam, disusul dengan OST Catatan Si Emon. Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, Yanti berpartisipasi pada banyak kompetisi menyanyi dan pertunjukan model. Pada tahun 1991, ia menjadi finalis pada GADIS Sampul, kontes sampul wanita. Pada saat itu juga, ia bertemu James Sundah dan merekam dua lagu untuknya. Dengan itu, Yanti mulai menerima banyak undangan untuk menyanyi dan menjadi model.

    Yanti bertemu dengan Younky Soewarno dan Chris Pattikawa. Lewat arahan mereka pula, Krisdayanti mengikuti acara Asia Bagus dan menjuarai grand final festival Asia Bagus di Jepang pada tahun 1992. Berbekal kemenanganya di Asia Bagus, Krisdayanti merekam album di Singapura dengan label Pony Canyon dan selanjutnya mengeluarkan singel yang hanya beredar di Singapura dan Jepang. Pada tahun 1997, Krisdayanti terpilih sebagai “The Best of Asia Bagus” (Yang terbaik dari Asia Bagus). Ia juga memenangkan beberapa penghargaan seperti “Album Indonesia Terbaik” di Malaysia pada tahun 1999, penghargaan musik video MTV juga menganugerahi Krisdayanti dengan penghargaan “Most Wanted Female Artist” dan “Most Wanted Indonesian Video”. Sepanjang tahun 2004, ia mengadakan delapan kali konser di berbagai tempat, termasuk di kancah internasional.Lagu-lagunya yang selalu jadi hits dan seringnya mengadakan konser menjadikannya sebagai aktris termahal, bahkan, majalah Swa menulis penghasilannya dalam setahun lebih besar dari gaji presiden Indonesia.Krisdayanti masuk kedalam salah satu dari 6 wanita paling berkilau di televisi tahun 1996 versi tabloid Bintang Indonesia, dan juga merupakan salah satu dari 99 wanita paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007. Ia menduduki peringkat 31 pada daftar tersebut. Yanti juga merupakan bintang film termahal di Indonesia Pada tahun 1997, Krisdayanti terpilih sebagai “The Best of Asia Bagus” (Yang terbaik dari Asia Bagus). Ia juga memenangkan beberapa penghargaan seperti “Album Indonesia Terbaik” di Malaysia pada tahun 1999. Dan pada tahun yang sama, penghargaan musik video MTV menganugerahi Krisdayanti dengan penghargaan “Most Wanted Female Artist” dan “Most Wanted Indonesian Video”.

    Sejak album Menghitung Hari masuk ke Malaysia tahun 1998, Kris tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.Bukan hanya KD sendiri, albumnya pun mendapat apresiasi tinggi dengan menyabet Quadruple Platinum untuk album Cinta (duet dengan Anang, 1998) dan juga Double Platinum untuk album Kasih, yang masih berduet dengan Anang. Setahun kemudian, KD lagi-lagi mendapatkan penghargaan Double Platinum Award, kali ini lewat album solo KD sendiri yang bertajuk Sayang.

    Pada tahun 2001, Krisdayanti menggelar konser tunggal perdananya bertajuk Konser KD di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Konser yang digelar pada tanggal 20 September 2001 ini bersamaan dengan konser Vanessa Mae, violis yang kini menetap di London. Musisi keturunan Asia tersebut berpentas di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Meski demikian, konser tunggal Krisdayanti tersebut dapat dikatakan cukup sukses. Pagelaran tersebut didukung oleh Erwin Gutawa sebagai pengarah dan penta musik, yang sebelumnya pernah sukses menggarap konser Chrisye dan konser tiga super grup band (GIGI, Dewa, dan Slank). Sedangkan sutradara Jay Subyakto bertindak sebagai penata seni.Tahun 2004 dapat dikatakan sebagai tahun kesuksesan Krisdayanti sebagai penyanyi. Pada tahun ini, Yanti merilis album Cahaya yang musiknya diramu dengan sentuhan musik country.Saat sibuk mempromosikan album Cahaya di dalam negeri, Kris mendapat kesempatan menggelar konser di Singapura. Konser bertajuk Cahaya KD yang disponsori Janner Siahaan dengan CLAY Production merupakan lawatan pertama Krisdayanti di Negeri Singa. Dalam konser yang diselenggarakan di Suntec International Exhibition Convention Center, Singapura, Sabtu 27 Juni 2007 tersebut, KD kembali menggandeng Erwin Gutawa. Konser yang dihadiri sekitar 2.500 orang ini sempat terhenti 30 menit karena alasan teknis. Meski demikian, secara umum konser yang menghadirkan 24 lagu ini berjalan sukses.Selain Singapura, KD pun mendapat kesempatan untuk menggelar konser di Tokyo Jepang. Dan Erwin Gutawa masih menjadi pengiringnya.Albumnya yang berjudul Cahaya mendapat double platinum atas prestasi penjualannya. Selain penghargaan atas penjualan albumnya, Krisdayanti yang dinilai sebagai artis papan atas dengan segudang prestasi, diabadikan sebagai nama ruangan oleh Planet Hollywood Cafe & Restaurant Jakarta. Ruangan yang sebelumnya adalah ruang VIP diubah menjadi ruangan khusus untuk memajang segala memorabilia perjalanan hidup Krisdayanti. Peresmian nama VIP room menjadi Krisdayanti Room dilakukan bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-10 Planet Hollywood Jakarta. Nama ruangan itu akan berubah tiap tahun tergantung artis terpilih dari Planet Hollywood. Dengan demikian, peluang KD untuk mempertahankan ‘ruangannya’ masih ada.Untuk ketiga kalinya, KD mendapat meraih AMI Awards 2004 melalui album Cahaya garapan Erwin Gutawa untuk kategori Album Pop Terbaik. Sebelumnya, dalam ajang yang sama, KD juga pernah meraih penghargaan kategori serupa untuk album solonya Mencintaimu dan album duetnya bersama Anang, Makin Aku Cinta.Sayang pada tahun 2004, KD tak mendapat satu pun penghargaan dari SCTV Awards yang telah tiga tahun sebelumnya rutin dikantongi.Sepanjang tahun 2004, ia mengadakan delapan kali konser di berbagai tempat.

    KD kembali menggelar konser tunggal pada tahun 2005. Konser yang berjudul Konser KD 1530 itu terbilang istimewa, karena digelar bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-30 tahun, pada 24 Maret 2005. Tak hanya itu, konser yang dilangsungkan di Jakarta Convention Center (JCC) itu juga menandai rentang kariernya yang memasuki tahun ke-15. Seperti konser tunggal pertamanya, konsernya ini juga menggandeng Erwin Gutawa, sebagai direktur musik dan Jay Subiyakto di bagian penata artistik. Konser tersebut berlangsung sesukses konser empat tahun sebelumnya, seluruh tiket terjual habis, dan acara berlangsung lancar. Sebenarnya pada tahun 2005, KD juga dijadwalkan konser di Korea Selatan, namun sayang rencana tersebut tidak ada kabarnya.Kris meraih gelar “Artis Wanita Terbaik” pada Planet Muzik Award ke-8 di Malaysia tahun 2008. Krisdayanti berhasil mengalahkan Bunga Citra Lestari dan Siti Nurhaliza. Dengan kemenangan ini, Krisdayanti sudah tujuh tahun berturut-turut memperoleh gelar ini dalam ajang Planet Muzik Award

  4. Melly Goeslaw Mellyana Goeslaw Hoed, lebih akrab dengan panggilan panggung Melly Goeslaw (lahir 7 Januari 1974; umur 38 tahun) adalah seorang penyanyi dan penulis lagu berkebangsaan Indonesia yang banyak digandrungi oleh penyanyi-penyanyi lainnya, Putri tunggal dari pasangan Ersi Sukaesih dan (Alm) Melky Goeslaw serta istri dari Anto Hoed ini telah sukses menciptakan banyak lagu, diantaranya lagu berjudul “Jika” di mana Melly Goeslaw berduet bersama Ari Lasso, kemudian disusul dengan kesuksesannya menciptakan lagu “Menghitung Hari” yang dibawakan oleh Krisdayanti serta lagu “Hati Yang Terpilih” yang dibawakan oleh Rossa, dan langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Selain itu bersama suaminya dia mendirikan grup mussik Potret. Melly menganut agama Islam setelah bernikah dengan Anto pada tahun 1995 silam. Kini mereka dikaruniai dua orang anak lelaki. Anak pertama mereka Anakku Lelaki Hoed (Ale) lahir pada 22 Agustus 2000, disusul anak kedua mereka Pria Bernama Hoed (Abe) yang lahir 9 Mei 2003. Selain telah mengorbitkan banyak penyanyi Melly Goeslaw adalah seorang komposer yang sangat hebat, dia mampu menciptakan lagu – lagu yang tidak kalah hebat, seperti dialbum solonya yang pertama “melly” , Melly mengajak Ari Lasso untuk berduet dengannya, dan lagu tersebut berjudul “Jika”, lagu itu sukses dipasaran.
  5. Maia Estianti Maya Estianty adalah seorang musisi dan pengusaha berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan salah satu penyanyi dari duo Maia dan sebelumnya dikenal sebagai kibordis dari duo Ratu. Selain bernyanyi, Maia juga terjun ke dunia artis dan menjadi salah satu pemeran komedi Extravaganza di Trans TV tetapi kemudian berhenti, lalu melanjutkan berperan di drama sit-kom OB di (RCTI) untuk beberapa episode. Pada tahun 2011, Ia akan bergabung menjadi juri dalam cara pencarian bakat menyanyi terbaru Indonesia, yaitu The X Factor.Tahun 2007 adalah tahun awal Maia mulai di ekspose oleh media atas beberapa masalah, diantaranya mulainya menciut ke media mengenai kasus pembagian royalti oleh management Ratu yang kurang transparan, hal ini di kemukakan oleh Mulan yang saat itu masih menjadi anggota group Ratu. Dari satu masalah akhirnya meluncur masalah lain, yaitu mengenai konflik rumah tangga mereka bersama pasangan Ahmad Dhani. Maia akhirnya mengajukan gugatan cerai suaminya tersebut yang dikabulkan pengadilan pada tanggal 23 September 2008. Di beberapa media kasus ini menjadi topik pembicaraan antara pertengahan tahun 2007 s/d pertengahan tahun 2008. Banyak hal yang di perebutkan, salah satunya adalah harta gono gini dan hak asuh anak yang diperebutkan oleh kedua pihak.Akhir 2007 merupakan tahun yang berat bagi Maia, Mulan akhirnya memutuskan keluar dari group ratu dan di blog resmi nya Ratu, Maia mengungkapkan kata-kata “Usai sudah semuanya, Suami hilang rekan juga hilang…” namun hal ini tidak menyurutkan langkah Maia, pada Desember 2007 akhirnya Maia menemukan pengganti Mulan, Lewat audisi yang dilakukan Maia untuk merekrut anggota baru ratu terpilihlah Mey Chan. Masalah tidak selesai sampai disini, kemudian muncul masalah baru, yaitu Dhani menggugat Maia atas hak nama dari Ratu, dan kemudian melarang Maia untuk memakai nama tersebut. Inilah awal keruntuhan masa kejayaan Ratu dan akhirnya karena masih terikat kontrak dengan Sony BMG maka Maia terpaksa harus mencari nama lain untuk albumnya tersebut.

    Pada tahun 2008, Maia bersama rekan barunya Mey Chan memperkenalkan grup barunya duo Maia dan merilis album kompilasi bertajuk Maia & Friends. Album mereka mencetak single seperti “Ingat Kamu” dan “E.G.P”. Bersama rekan nya Mey Chan, maia mulai mendapat jadwal manggung yang padat dan juga di kontrak oleh sebuah perusahaan provider celuler XL pada awal Mei 2008 Maia mendapat tawaran untuk menciptakan sebuah lagu yang di nyanyikan oleh Dirly dan beberapa finalis Indonesian Idol untuk di pakai menjadi theme song iklan otomotif Honda. Pada tahun 2009 duo Maia merilis album bertajuk Sang Juara dan Album mereka mencetak single seperti “Pengkhianat Cinta” dan “Serpihan Sesal” serta Sang Juara yang didedikasikan untuk para Olahragawan Indonesia yang di nobatkan sebagai lagu wajib oleh Menteri Pemuda & Olahraga Indonesia, Adyhaksa Dault dalam acara Pertandingan-Pertandingan Serta Kejuaraan Olahraga yang diselenggarakan di Indonesia menggantikan lagu “We Are The Champion” yang di bawakan Queen.

  6. Agnes Monica  Agnes MonicaAgnes Monica Muljoto adalah seorang penyanyi dan artis berkebangsaan Indonesia. Ia memulai kariernya di industri hiburan pada usia enam tahun sebagai seorang penyanyi cilik. Agnes telah merilis tiga album anak-anak yang berhasil mengantarkan namanya ke deretan penyanyi cilik populer di era 1990-an. Selain bernyanyi, ia juga menjadi presenter di beberapa acara televisi anak-anak. Saat menginjak usia remaja, Agnes mulai terjun ke dunia seni peran. Penampilannya di sinetron Pernikahan Dini (2001) berhasil melambungkan namanya. Agnes kemudian membintangi sederet sinetron yang menjadikannya artis remaja dengan bayaran termahal saat itu. Pada tahun 2003, Agnes merilis album dewasa pertamanya yang berjudul And the Story Goes, yang kembali melejitkan namanya di industri musik Indonesia. Kesuksesannya di tanah air mendorong Agnes memasang target untuk bisa berkarier di kancah internasional. Pada album keduanya yang dirilis pada tahun 2005, Whaddup A’..?!, ia menggandeng penyanyi asal Amerika Serikat Keith Martin untuk berkolaborasi. Agnes juga terlibat dalam syuting dua serial drama Asia, The Hospital dan Romance In the White Housedi Taiwan.Agnes berhasil meraih penghargaan dua tahun berturut-turut atas penampilannya di ajang Asia Song Festival di Seoul, Korea Selatan, pada tahun 2008 dan 2009. Pada album ketiganya, Sacredly Agnezious (2009), Agnes mulai terlibat sebagai produser dan penulis lagu. Pada tahun 2010, ia diangkat sebagai salah satu juri pada ajang pencarian bakat Indonesian Idol. Agnes juga menjadi salah satu pemandu acara pada karpet merah pegelaran American Music Awards 2010 di Los Angeles, Amerika Serikat. Seiring dengan melesatnya Agnes ke puncak popularitas, penampilan dan gaya berbusananya menjadi tren di kalangan anak muda. Selain sukses secara komersial, Agnes merupakan penyanyi dengan jumlah penghargaan paling banyak di Indonesia. Ia telah memenangkan puluhan trofi, termasuk di antaranya sepuluh Anugerah Musik Indonesia, tujuh Panasonic Awards, dan empat MTV Indonesia Awards. Selain itu, Agnes telah dipercaya menjadi duta anti narkoba se-Asia serta duta MTV EXIT dalam memberantas perdagangan manusia.
  7. Elvy Sukaesih Elvy Sukaesih adalah salah satu penyanyi dangdut Indonesia yang legendaris dan dijuluki sebagai “Ratu Dangdut”. Ia lahir dari pasangan asal Sumedang. Ia mulai menyanyi sejak di bangku kelas 3 SD. Elvy menikah pada usia muda (19 tahun) dengan pemuda keturunan Arab, Zaidun Zeth. Kariernya mulai menanjak pada awal tahun 1970-an ketika menjadi penyanyi pendamping Rhoma Irama pada Orkes Melayu (OM) Soneta meskipun sebelumnya ia telah popular di berbagai panggung. Setelah berpisah dari Soneta (pada tahun 1975), ia bersolo karier dan tetap eksis dalam musik dangdut hingga sekarang. Ia sampai sekarang dianggap sebagai salah satu penyanyi dangdut dengan kualitas suara terbaik.
  8. Waljinah Waljinah adalah seorang ”superstar”, jauh sebelum negeri ini mengenal Madonna atau Taylor Swift. Lagu ”Walang Kekek” atau ”Jangkrik Genggong” yang dilantunkan oleh penyanyi asal Solo, Jawa Tengah, itu menjadi lagu rakyat. Di usia 65 tahun, Waljinah sudah lebih dari 50 tahun bernyanyi dan tetap setia dengan keroncong. Saat itu Orde Baru mulai berkuasa setelah diakhirinya kekuasaan Bung Karno. Ekonomi rakyat susah payah. Masyarakat kelas bawah terbuai oleh mimpi untuk menjadi orang kaya darurat dengan membeli undian bernama Nasional Lotere alias Nalo. Radio swasta bermunculan di sejumlah kota dan radio transistor menggeser radio listrik. Dalam lanskap kehidupan seperti itulah muncul Waljinah dengan lagu ”Walang Kekek”.
  9. Ruth Sahanaya Ruth Sahanaya adalah seorang penyanyi Indonesia dan dianggap sebagai salah satu diva Indonesia bersama Krisdayanti dan Titi Dwijayati. Karier musiknya dimulai sejak tahun 1987 saat ia menghasilkan album pertamanya. Ia adalah istri dari aktor Indonesia, Jeffrey Waworuntu.  Di Jakarta karier Uthe mulai bersinar. Setelah menyabet berbagai penghargaan di berbagai lomba tingkat nasional maupun internasional (salah satunya adalah Live Music Concert di Kuala Lumpur Malaysia), Uthe dilirik PT Aquarius Musikindo. Album pertamanya adalah Seputih Kasih (1987) langsung meledak di pasaran. Nama Uthe semakin tenar saat membawakan lagu “Kaulah Segalanya”. Selain di Indonesia, nama Uthe juga berkibar di luar negeri. Festival yang pernah diikuti oleh Uthe antara lain Midnight Sun Song Festival di Finlandia tahun 1992 mendapat gelar “Grand Prix Winner” dan menjadi vokalis tamu dalam konser Mario Mario Frangoulis di Herrod Atticus, Acropolis, Athena (Yunani), 5-6 Oktober 2002 berduet dengan Mario untuk lagu slow Naturaleza Muerta. Uthe juga pernah duet dengan Phil Perry dalam acara East-West Collaboration in Peace di Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Bali, Desember 2002. Terakhir, pada tahun 2011 ini, Ruth Sahanaya menggelar konser besarnya bertajuk 25th Anniversary Concert, yang adalah juga konser peraknya selama berkarir di dunia musik Indonesia! Setelah 15 tahun bersama Aquarius, di awal 2002 Uthe menerima tawaran bergabung Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI). Album Uthe bersama Aquarius yaitu Seputih Kasih (1987), Tak Kuduga (1989), Yang Terbaik (1994), Uthe (1996), Kasih (1999), Yang Kurindukan (2001), serta Greatest Hit’s (2002) dengan tambahan lagu baru berjudul “Mengertilah Kasih”. Sedangkan album Kaulah Segalanya (1992) merupakan produksi Ruth Sahanaya & JACEY Production. Bersama Sony Music (sekarang merger dengan BMG menjadi Sony BMG), penyanyi bertubuh mungil dengan tinggi badan 154 cm dan berat 45 kg ini telah merilis Bicara Cinta (2004), Jiwaku (2006) dan disusul pada akhir tahun 2006 dengan sebuah album “Joyful Christmas” (2006). Dan pada tahun 2008, kembali Beliau mengeluarkan sebuah Mini album bersama DI3VA dengan tajuk A Lotta Love (2008), Giving My Best (2009), dan sebuah mini album Thankful (2010)
  10. Dewiq Cynthia Dewi Bayu Wardhani atau yang lebih dikenal dengan Dewiq adalah musikus dan penyanyi Indonesia. Lagu-lagu ciptaan Dewiq lebih terkenal dibanding dengan penciptanya. Bahkan kebanyakan orang tidak akan menyangka jika lagu tersebut adalah ciptaannya, karena Dewiq menciptakan lagu dalam berbagai jenis aliran musik meskipun dia sendiri lebih menyukai musik blues. Dewiq adalah mantan istri Pay, gitaris grup musik BIP.
  11. Rosa
  12. Hetty Koes Endang
  13. Titiek Sandhora
  14. Titi DJ
  15. Nike Ardilla
  16. Andi Meriem Matalatta
  17. Tetty Kadi
  18. Trie Utami
  19. Atiek CB
  20. Rafika Duri
  21. Camelia Malik
  22. Mulan Jameela
  23. Desy Ratnasari
  24. Alda Risma
  25. Dewi Sandra
  26. Berlian Hutauruk
  27. Connie Constantia
  28. Dewi Yull
  29. Emilia Contessa
  30. Diana Nasution
  31. Inul Daratista
  32. Grace Simon
  33. Ernie Djohan
  34. Atiek CB
  35. Ermy Kullit
  36. Iga Mawarni
  37. Iin Parlina
  38. Atiek CB
  39. Iis Dahlia
  40. Iis Sugianto
  41. Dewi Gita
  42. Yuni Shara
  43. Sundari Sukoco
  44. Ikke Nurjanah
  45. Imaniar
  46. Inka Christie
  47. Lilis Suryani
  48. Dewi Perssik
  49. Ida Royani
  50. Annisa Bahar
  51. Diah Iskandar
  52. Arie Koesmiran
  53. Malyda
  54. Reza Artamevia
  55. Marini
  56. Nafa Urbach
  57. Euis Darliah
  58. Ida Laila
  59. Andien
  60. Nia Daniaty
  61. Aning Katamsi
  62. Nia Zulkarnaen
  63. Nicky Astria
  64. Ellya Khadam
  65. Endang S. Taurina
  66. Bunga Citra Lestari
  67. Rien Djamain
  68. Shanty
  69. Sherina
  70. Syaharani
  71. Vonny Sumlang
  72. Ully Sigar Rusady
  73. Uut Permatasari
  74. Syahrini
  75. Ida Laila
  76. Paramitha Rusady
  77. Pinkan Mambo
  78. Pranawengrum Katamsi
  79. Oppie Andaresta
  80. Nunung Wardiman
  81. Maya Rumantir
  82. Mayangsari
  83. Ayu Ting Ting
  84. Mel Shandy
  85. Bornok Hutauruk
  86. Kristina
  87. Irianti Erningpraja
  88. Luluk Purwanto
  89. Ismi Azis
  90. Ita Purnamasari
  91. Itje Trisnawati
  92. Memes
  93. Gita Gutawa
  94. Marshanda
  95. Titiek Hamzah
  96. Evie Tamala
  97. Betharia Sonatha
  98. Audy
  99. Elly Kasim
  100. Dea Mirella

 

.

.

.

.

.

100 TERHEBAT TERHEBOH DAN TERBAIK

 

.

.

.

.

.

100 KATA MUTIARA DAN KALIMAT PALING INSPIRATIF

.

.

.

.

.


 

Provided By:

INDOLINE – Indonesia Online

Lebih baik memilih menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Majukan Indonesia Dengan inspirasi positif. “PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Editor In Chief : dr Widodo Judarwanto SpA. Grand Editor: Audi Yudhasmara. Editor: Sandiaz Yudhasmara, Betanandya AndikaAddress: Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat  phone 021-5703646 – 021-44661 email: newindonesiaonline@gmail.com http://newindonesiaonline.wordpress.com
Copyright © 2013, @Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved

 

Tulisan ini dipublikasikan di Rekor Indonesia, Tokoh Indonesia dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s