Hari Anak Indonesia Ditengah Ancam Pornografi

Hari Anak Indonesia yang diperingati tanggal 23 Juli 2011, akan dirayakan sebagian anak Indonesia dengan kepolosan dan keceriaannya. Kegembiraan anak Indonesia itu tentunya tanpa disertai pemahaman makna hari penting bagi mereka. Dibalik keceriaan dan kepolosan anak tersebut tanpa disadari berbagai ancaman di lingkungannya selalu mengintai kelangsungan hidupnya, termasuk pornografi.

Pornografi terhadap anak adalah masalah dunia yang harus diperangi semua bangsa. Hal ini tampaknya harus segera mendesak dilakukan karena ancaman itu semakin mengkawatirkan. Saat ini berbagai negara maju selalu berupaya untuk merintangi akses ke situs Internet pornografi anak dan menerapkan hukuman lebih keras terhadap para penyalahguna anak dan geng perdagangan manusia.

Pornografi anak bukan sekedar tentang kebebasan berekspresi. Itu kejahatan yang menghebohkan, bukan mengenai penyebaran pendapat. Pornografi anak berarti citra anak menderita penyalahgunaan seks. Melihat pornografi anak di Intenet menyebabkan lebih banyak anak diperkosa hingga menimbulkan citra itu. Berbagai pihak harus mengucapkan kata perang terhadap pornografi anak, termasuk menyesuaikan penuntutan penyalahgunaan anak dan perdagangan manusia, serta hukuman lebih keras pada para pelanggar pertama kali dan berulang kali.

Berbagai upaya pencegahan juga akan mencakup bentuk baru penyalahgunaan seperti memikat atau merawat anak melalui Internt, melihat pornografi anak tanpa men-doawnload file, dan membuat anak tampil secara seksual di Internet. Berbagai keadaan tersebut seharusnya mendorong pemerintah nasional untuk merintangi akses ke situs pornografi anaka.

Protokol Dunia

Optional Protocol to the Convention on the Rights of the Child on the sale of children, child prostitution and child pornography yang telah ditandatangani Indonesia pada 24 September 2001 mendefinisikan pornografi anak sebagai “Setiap representasi, dengan sarana apapun, yang melibatkan anak secara eksplisit dalam kegiatan seksual baik secara nyata maupun disimulasikan, atau setiap representasi dari organ-organ seksual anak untuk tujuan seksual”. Protokol Optional Konvensi Hak Anak sesungguhnya telah menegaskan tidak adanya toleransi (zero tolerance) untuk pornografi anak. Mulai dari pembuatan, penyebaran sampai kepemilikan pornografi anak dianggap kejahatan pornografi anak. Secara eksplisit dalam Konvensi ILO No. 182 mengenai Pelarangan dan Tindakan Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk untuk Anak. Diantaranya adalah pelibatan anak dalam materi pornografi yang juga merupakan salah satu bentuk kerja terburuk anak. Indonesia telah meratifikasi kedua Konvensi tersebut sehingga negara memiliki kewajiban untuk melakukan langkah-langkah sistematis untuk memberikan perlindungan terhadap anak melalui pencegahan dan penghapusan pornografi anak.

Pornografi Ancaman Anak Indonesia

Pornografi anak di Indonesia saat ini semakin marak dan semakin mengkawatirkan. Kemajuan informasi dan tehnologi yang demikian pesat memberi manfaat yang cukup besar. Tetapi ternyata juga berdampak negatif luar biasa. Apalagi belakangan ini dunia digital Indonesia diramaikan oleh adanya kasus Ariel Peterporn yang merebak bak air bah ke segala pelosok Indonesia. Video porno Ariel sangat mudah didapatkan melalui gadget yang sudah banyak dipunyai anak.

Saat ini beberapa bentuk kekerasan seksual meningkat dan jumlah laman Internet yang disediakan untuk pornografi anak bertambah, dengan sekitar 200 gambar yang memuat pornografi anak diedarkan setiap hari. Media pornografi anak semakin mudah untuk diakses melalui media elektronik dan cetak. Begitu mudahnya setiap anak untuk melihat materi pornografi melalui internet, handphone, buku bacaan dan VCD. Kemudahan mengakses materi pornografi dapat mencontoh aktivitas seksual sesuai dengan adegan yang ditontonnya. Inilah yang menyebabkan kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh sesamanya.

Di masa mendatang pornografi internet adalah bencana besar terhadap anak yang bakal menghantui orangtua. Belum lagi semakin menjamurnya bisnis warnet yang dengan leluasa dijelajahi secara bebas oleh anak-anak. Sebuah kelompok hak anak-anak melaporkan, jumlah website yang menyediakan pornografi anak-anak tahun lalu meningkat dengan 70 persen.

Didapatkan fakta mencengangkan lainnya bahwa pornografi masih menjadi konsumsi tertinggi bagi para pengakses internet. Ternyata didapatkan 12% situs di dunia ini mengandung pornografi. Setiap harinya 266 situs porno baru muncul dan diperkirakan kini ada 372 juta halaman website pornografi. Sedangkan 25% yang dicari melalui search engine adalah pornografi. Ternyata peminat pornografi internet demikian besar 35% dari data yang diunduh dari internet adalah pornografi, setiap detiknya 28.258 pengguna internet melihat pornogafi dan setiap detiknya $89.00 dihabiskan untuk pornografi di internet.

Kata “sex” adalah kata yang paling banyak dicari di internet sedangkan pendapatan Amerika Serikat dari pornografi di internet tahun 2006 mencapai $2.84 milyar. Website pornografi yang traffic-nya paling tinggi adalah Adult Friend Finder, menduduki peringkat ke-49 dengan 7.2 juta pengunjung. Melihat demikian menggiurkanya potensi bisnis tersebut, maka tentunya akan diikuti pesatnya perkembangan pornografi internet. Fenomena ini secara pasti akan mengancam moral anak Indonesia bila tidak aturan hukum yang memayunginya. Anak seringkali dijadikan komoditas seksual, utamanya anak perempuan.

Anak yang dijadikan model pornografi mengalami kerusakan perkembangan fisik dan psikis yang dapat menghancurkan masa depan anak. Mereka seringkali menjadi rendah diri bahkan mendapat masalah kesehatan mental yang parah. Terlebih lagi, mereka umumnya dikucilkan oleh masyarakat di lingkungannya, diberi label sebagai “anak yang tidak bermoral” dan bahkan kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan. Pornografi anak biasanya menjadi sasaran bagi oleh kaum fedophilia yang mendapatkan kepuasan seksual dengan melihat dan melakukan hubungan seksual dengan anak. Keberadaan pornografi anak tidak hanya menyebabkan model pornografi anak mendapatkan kekerasan fisik, psikis dan seksual di dalam proses pembuatannya. Pornografi anak yang menyebar bebas akan meningkatkan berbagai kekerasan seksual terhadap anak dilakukan oleh orang dewasa ataupun bahkan oleh sesama anak.

Dampak Pornografi

Kekawatiran ancaman ponografi terhadap anak yang demikian besar tersebut bila tidak dicermati akan dapat merusak moral anak Indonesia. Hal ini bila terjadi berlangsung lama tanpa ada yang membentengi maka dapat dibayangkan akibatnya. Berapa banyak lagi anak Indonesia yang akan menjadi pelaku sekaligus korban kekerasan seks. Mungkin akan banyak anak Indonesia akan terbius oleh pesona pornografi sehingga perkembangan mental dan moralnya akan pasti mengganggu kualitas hidup dan prestasinya. Malapetaka ini akan semakin memilukan, karena pornografi sangat dekat dengan tindakan buruk lainnya seperti penyalahgunaan minuman keras, narkoba, kriminalitas dan kehidupan seks bebas.

Adiksi (kecanduan) mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil. Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya. Hal lain yang berbahaya adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori. Kondisi itu, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku. Kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat, lebih berat dari kecanduan kokain. Gangguan adiksi ini akan terbawa sampai dewasa dan sulit untuk dihilangkan. Adiksi pada dewasa akan menyebabkan produktifitas kerja menurun, beresiko terjadi penyimpangan seksual, kekerasan seksual, kebohiongan dan perilaku buruk lainnya. Dengan mudah, pornografi memperbudak orang akan nafsunya dan membuka pintu terhadap segala jenis kejahatan seperti kemarahan, penyiksaaan, kekerasan, kepahitan, kebohongan, iri hati, pemaksaan, dan keegoisan. Kekuatan tersembunyi dibalik pornografi akan menunjukkan dirinya pada saat orang yang sudah terlibat berusaha menghentikan kebiasaannya. Tanpa bantuan, biasanya orang itu tidak berdaya untuk lepas.

Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Pikiran seks akan menguasai alam bawah sadar mereka. Gambar berbau seks akan melekat pada otak mereka, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi-pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat dimasa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.

Pornografi menjadi ajang promosi terhadap praktik seksual yang menyimpang. Contohnya, situs porno internet biasnya terhubung dengan situs porno yang lebih progresif seperti homoseks, pornografi anak, seks dengan hewan, perkosaan, seks dengan kekerasan dan lainnya. Ini akan membuat orang-orang tertentu terganggu secara mental dan tertantang untuk mencoba. Dengan demikian, makin banyaklah perilaku seks menyimpang di masyarakat.

Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya. Terbiasa melihat pornografi akan merusak hubungan orang tersebut dengan lingkungannya, dalam hal ini keluarga atau orang-orang terdekatnya. Pada hubungan pacaran, hubungan yang berkembang menjadi tidak sehat. Orang yang terlibat pornografi akan menyalahkan kekasihnya pada tindakan-tindakan seksual yang mereka lakukan. Padahal masalah itu terdapat pada pribadinya sendiri, dan pasangannya adalah si ‘korban’.

Pada pasangan yang telah menikah, ini akan memicu ketidakpuasan seksual dan praktik seksual yang menyimpang sehingga mengarah ke arah ketidakharmonisan keluarga, bahkan perceraian. Pornografi dapat merusak hubungan seksual dengan pasangan karena terbiasa membayangkan orang lain dalam hubungan seksual. Imajinasi adalah salah satu efek pornografi yang sangat kuat. Nilai dan kemurnian seksual sesungguhnya menjadi rusak.

Stop Pornografi pada Anak

Bila ini terjadi efek domino dan mata rantai yang diakibatkan oleh paparan pornografi terhadap anak akan menimbulkan persoalan bangsa yang lebih besar lagi. Gambaran moral anak Indonesia saat ini sangat menentukan kualitas hidup masa depan bangsa ini.

Hari Anak Nasional ini dapat dijadikan momen yang paling baik untuk memerangi Pornografi anak dalam bentuk apapun. Setiap manusia dewasa agtau orang tua harus sadar bahwa dengan mengunduh pornografi apalagi menyebarkannya akan menciptakan jutaan racun pornografi yang berantai lewat kecanggihan media digital. Saat ini sebaiknya semua pihal demi anak Indonesia harus menghilang file pornografi di alat digital atau gadget kota semua. Mulai saat ini semua orang tua harus waspada bahwa internet adalah perpustakaan pornografi terbesar di dunia yang harus dihindari.

Selamat Hari Anak, buah hatiku. Semoga kamu mampu menahan gempuran dahsyat badai pornografi. Semoga engkau diberi kekuatan untuk mengatakan tidak pada pornografi.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:

Provided By:

INDOLINE – Indonesia Online

Lebih baik memilih menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Majukan Indonesia Dengan inspirasi positif. “PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Editor In Chief : dr Widodo Judarwanto SpA. Grand Editor: Audi Yudhasmara. Editor: Sandiaz Yudhasmara, Betanandya AndikaAddress: Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat  phone 021-5703646 – 021-44661 email: newindonesiaonline@gmail.com http://newindonesiaonline.wordpress.com
Copyright © 2013, @Indonesia Online – Informasi Edukasi Networking. All rights reserved
About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Kesehatan, Moral dan Etika, Peduli Anak, Pendidikan lainnya dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s